10 Etika Tentang Artis. Nomor 5 Paling Realita

www.karnastv.com - Jaman sekarang jumlah orang dalam dunia eksistensi sangat meningkat drastis, dimana alasan mereka ialah memiliki rerata berharap agar terkenal dan selebritas. Ini terjadi karena konsumsi sosialitas yang berlebihan terhadap selebritasi hari-harinya. Bahkan sampai ada yang rela menjual tubuh (aurat) hanya untuk sekedar eksistensi di media sosial, itupun tidak ada ‘hasil’ yang menjanjikan. Seperti dalam dunia Foto, foto sangat sensitif, netizen dituntut agar foto yang diunggah harus Cantik Super, jelek sedikit ‘komentator’ akan menjadi pisau (mengingat pengguna sosial media semakin banyak). Jika tidak PD dengan kecantikan, rela berfose jual tubuh (aurat), kemungkinan kaum lelaki menyukainya, tapi siap-siap diterkam para perempuan lainnya memiliki alasan mutlak “Kamu itu bukan seorang model profesional, yang diakui Televisi”.

Penulis : Maia Paramitha

1. Memiliki Produk
Image result for got talent
Semua profesi memiliki tujuan untuk mendapatkan uang, begitupun sebagai Artis yang diambil dari kata ‘Art’ yang bermakna Seni, produk profesi Artis tidak akan jauh dari dimensi seni. Seperti dunia Akting, Tarik suara, Individu maupun Grup, dan lainnya. Seni disini ibarat suatu prestasi bagi pelakunya, mungkin anda pernah dengar semboyan “sukses dengan Prestasi bukan Sensasi”. Belakangan ini banyak sekali yang jadi Selebriti di tanah air hasil dari ‘sensasi’, maka tidak heran apabila namanya cepat menjulang tinggi dan cepat pula meredup.
Bagaimana dengan Kamu???.

2. Tidak diperkenankan SARA

SARA atau dilarang untuk terkomplikasi Suku, Agama, Ras, Antar golongan. Ini menyangkut keteladanan dan keprofessionalan seseorang, yang paling dominan remaja generasi kita terjerat SARA, tidak sedikit remaja labil yang terkontaminasi SARA seperti Komunitas, Organisasi, Geng/club motor, Supporter bola, dan lainnya. Itupun berdampak menimbulkan perpecahan, perselisihan dan permusuhan dimana-mana. Dalam dunia Artis, hal tersebut dapat menurunkan nilai ratting personal.
Bagaimana dengan Kamu???.

3. Media Sosial yang NEAT
Image result for facebook post
Media Sosial salah satu prasarana untuk Artis bercengkrama dunia Sosial, maka media sosial digunakan untuk bersosial (bukan hal lain). Begitu juga dengan penataan Akun, akun seperti sebuah Rumah, sebagai Artis maka dituntut agar rumahnya Rapih demi nilai ratting. Seperti posting dilarang keras ALAY. Posting sepentingnya yang ramah (bukan posting iseng, nyinyir, alay) dituntut tiap postingan nya ‘selalu’ bermakna. Dalam media sosial seperti Facebook, pernahkah anda melihat Artis yang memiliki akun? Adapun itu hanya berupa ‘Halaman/Fanpage’. Tidak diperkenankan untuk membuat postingan bahasa alay, kasar dan vulgar (privasi).
Bagaimana dengan Kamu???.

4. Tidak diperkenankan aktivitas ‘Komentar’ di media sosial
Image result for facebook don't comment
Komentar disini merujuk pada suatu perkara yang menimbulkan permasalahan, melakukan ‘Komentar’ untuk melakukan aksi Ikut Campur suatu perkara, itu artinya Mati Konyol. Karena dalam dunia Art, berkarya lebih berharga dari pada berkomentar, berkomentar karya orang lain (dalam bentuk apapun) adalah suatu tindakan yang mengkritik, dan itu dapat menunjukkan kualitas identitas pelaku. Mungkin pernah dengar semboyan “Bagi Yang Suka Mengkritik Karya Orang Lain, Otaknya Berada Di Dengkul”.
Bagaimana dengan Kamu???.

5. Tidak diperkenankan Following Orang Biasa
Image result for no follow instagram
Hal ini sangat sangat sangat realita !!! anda pernah mem-follow¬ akun artis? Anda akan di Follow-back kemungkinan hanya 0,1% jika anda hanya orang biasa (bukan orang terkenal berfigur). Bahkan sampai ada yang rela menjadi pelanggan setia nya untuk menyantap postingan-postingan mereka. Disisi lain anda tidak akan pernah diperhatikan mereka ‘sedikitpun’. Mungkin anda pernah dengar semboyan “Seorang FANS Tidak Akan Menjadi Artis”.
Bagaimana dengan Kamu???.

6. Foto yang Professional
Image result for model professionalImage result for model professionalImage result for model professional   Image result for model professional
Dunia Foto mulai marak saat media sosial Instagram masuk pengenerasian di tanah air, ada yang mendadak terseleb karena kecantikannya, sehingga membuat generasi muda-mudi plagiatisme (berharap bisa seleb seperti Orang Itu). Bahkan ada yang sampai rela menjual tubuh (aurat) bermacam-macam pose, dan yang parah semakin banyak berfose dengan Kendaraan serta tidak lepas dari menjual tubuh (aurat). Ada yang mengatakan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang tidak PD dengan kecantikkan sehingga alternatif nya adalah menjual tubuh (aurat). Banyak followers iya, tetapi Tidak akan terseleb, karena seleb nya untuk memuaskan syahwat lelaki, dan Bukan ter seleb karena Art (seperti point nomor 1).
Bagi seorang Artis, professionalitas berfoto sangatlah penting, selain menyangkut ratting, juga menyangkut realita. Kualitas foto nya pun tinggi (bukan editan), make-up yang digunakan standar Artis (bukan make-up Hunting atau foto studio) karena make-up Artis tidak akan terlihat seperti mengenakan make-up.
Bagaimana dengan Kamu???.

7. Tidak diperkenankan Plagiatisme
Image result for dilarang plagiat
Identiknya Artis ialah menjadi diri sendiri untuk dicontoh dan bukan mencontoh dalam semua bidang (fashion, sosialitas, dll).
Bagaimana dengan Kamu???.

8. Tidak diperkenankan untuk ber-Kubu


Image result for mandiri hidup
Inilah yang menjadikan mereka (artis) terkesan unik, Artis tidak akan membuat geng hunting, geng shoping, dan lainnya. Karena dalam dunia Artis semua kesibukkan pribadi adalah Uang, jika berkubu hanya akan membuat ciri khas nya redup. Anda tidak akan menjumpai artis-artis berkubu untuk ‘nongkrong’, Raisa Andriana tidak akan marah atau memusuhi Citra Kirana karena Citra tidak ikut gabung nongkrong (demi embel solidaritas), karena memiliki kesibukkan masing-masing, dan menghargai kesibukkan orang lain adalah tindakan yang terhormat.
Bagaimana dengan Kamu???.

9. Tidak diperkenankan Hoax
Image result for dilarang hoax
Hoax alias kabar bohong memang biasanya menggoda untuk disebarkan. Sebagai seorang Artis dituntut harus profesional dalam mencerna segala informasi, karena ini berhubungan langsung dengan sebuah profesi. Cara menjauhi hoax adalah ‘Jangan’ mudah percaya dengan berita negatif yang bertimbul perpecahan tanah air. Karena hoax dapat menurunkan ratting (berkaitan dengan point nomor 4).
Bagaimana dengan Kamu???.

10. Mematuhi batasan  Sensor



Sensor merupakan batasan yang berkaitan dengan hukum dan peradilan moralitas mengenai keasusilaan. Seperti pada point no.6 sebelumnya, karena itu, di tanah air ini memiliki batasan-batasan sebagai Artis, seperti Dilarang Keras dan Tidak Diperbolehkan untuk me-Legal kan Pornografi. Bukan hanya dalam naungan lembaga sensor saja, dalam kehidupan sehari-hari akan selalu dipantau oleh Wartawan, wartawan bisa saja menjadikan berita yang tidak diharapkan (karena vulgar).

Sebagai sesama yang peduli dan anti Hoax, marilah kita membantu sesama untuk merenungkan ini dengan membagikan “Share” koran online ini. Terima kasih.

6 Responses to "10 Etika Tentang Artis. Nomor 5 Paling Realita"

  1. Ternyata untuk menjadi artis banyak hal yang perlu di perhatikan

    ReplyDelete
  2. Jadi artis itu butuh etika yang kuat dan baik. Dan tidak mudah

    ReplyDelete
  3. Menjadi artis itu memang tidak mudah karna setiap hal dia lakukan pasti di perbincangkan, dan tidak hanya itu sajah Erika dan berkata harus di perhatiakn.

    ReplyDelete
  4. tapi di masa sekarang banyak artis² yang tidak beretika

    ReplyDelete
  5. Jadilah artis yang tau sopan santun

    ReplyDelete
  6. Erika Puji Lestari7 June 2020 at 09:31

    Jadi artis itu harus mempunyai etika yang baik dan sopan ,karena pasti ada saja netizen yang tidak suka atau pun sebaliknya

    ReplyDelete